Penelitian Mengenai Aids

 Penelitian Mengenai Aids Essay

BAB I

Pendahuluan

A. Latar belakang penelitian

Pekerja seks komersial telah menyebar luas di seluruh Indonesia, diprediksikan ada sekitar 190. 000-270. 500 pekerja seks komersial wanita, dan besarnya pengguna pekerja seks komersial itu nyata sekitar 7-10 juta orang, dengan pemakaian alat pengaman (kondom) minim dari 10%. Mayoritas penyebaran penyakit terjadi pada kelompok masyarakat yang mempunyai kebiasaan-kebiasaan buruk yang beresiko banyak, terutama pekerja seks dan pengguna narkoba dengan oru?e suntik. Penyebaran penyakit HIV di Indonesia pada mulanya dihubungkan dengan penularan secara seksual, namun penyebaran penyakit ini diantara para pengguna narkoba dengan alat suntik telah meningkat sebanyak almost eight kali lipat sejak tahun 1998.

Penularan epidemik ini dengan dipelopori oleh pemakaian alat suntik untuk narkoba telah menyebar ke daerah-daerah pedalaman di Indonesia. Pada awalnya ada 6 provinsi yang dinyatakan sebagai daerah yang amat banyak terjangkit, namun sekarang jumlah itu telah bertambah menjadi 14 provinsi. Provinsi-provinsi itu yaiut: Bali, Jawa Timur, Jakarta, Papua, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Sumatera Utara, Sulawesi Utara, Riau, Irian Jaya Timur dan Kalimantan Timur. Data-data terbaru dari UNAIDS pada tahun 2005 menemukan bahwa kounseling dan tes untuk penyakit HIV dimulai oleh organisasi lokal not pemerintah misalnya di Pontianak (di kepulauan Borneo) lalu menemukan tingginya tingkat penyebaran penyakit pada daerah itu. Sekitar 70% dari orang-orang yang melakukan test HIV menemukan yakni mereka sudah terjangkit HIV dan diperkirakan sekitar 2/3 dari mereka adalah pemilik narkoba dengan alat suntik.

Sementara itu, penyakit HIV juga ditemukan pada induk rehabilitasi pengguna alat suntik narkoba pada Jakarta dengan tingkat pemerataan sekitar 48%. Kebanyakan pemilik narkoba di sini. berada pada usia muda, berpendidikan serta tinggal dengan keluarga mereka. Para peneliti memperingatkan yakni jika kebiasaan beresiko diantara pengguna oru?e suntik narkoba diantara pria, wanita, pekerja seks transgender, dan diantara para pemilik pekerja seks ini tidak berubah untuk level yang telah ditemukan pada study tahun the year 2003, Indonesia mengenai melihat gara-gara terburuk dari penyebaran penyakit ini. N. Identifikasi Kenda;la

Hasil penelitian menemukan yakni walaupun sebagian besar pemilik alat suntik tahu dimana bisa memperoleh jarum suntik yang steril, ada sekeliling 9 diantara 10 (88%) diantara mereka masih memanfaatkan alat suntik yang gak steril. Kebanyakan pengguna jarum suntik merasakan risih untuk membawa jarum suntik steril bersama mereka karena takut polisi tetao menggunakannya bagi membuktikan yakni mereka ialah pengguna narkoba. (tindakan kriminal). Penahanan em virtude de penggguna narkoba secara signifikan telah jadi epidemic dalam Indonesia. Di Jakarta, sekitar tahun 1997 dan 2001. Pemerataan penyakit HIV diantara para pengguna narkoba suntik di Jakarta telah naik dari 0% ke 47%, akibatnya, di penjara-penjara kota yang padat, pemerataan penyakit HIV memulai meningkat 2 tahun kemudian, dari 0% di tahun 1999 sampai 25 % pada tahun 2002.

Lebih dari setengah pengguna narkoba suntik pada Jakarta aktif secara seksual dan 1 diantara 5 dari mereka adalah pemilik pekerja seks komersial. Sebanyak Вѕ dri mereka bukan mengunakan oru?e pengaman (kondom) pada saat berhubungan seks (Pusat penelitian kesehatan serta Departemen kesehatan 2002).

Sementara itu, fase penggunaan narkoba suntik diantara para pekerja seks berjenis kelamin pria lebih gede daripada kelompok yang lain, pada umumnya dari para pria ini menjadi pekerja seks untuk membiayai kebiasaan mereka memanfaatkan narkoba. Segenap besar pekerja seks pria ini jua berhubungan seks dengan wanita. Penggunaan oru?e pengaman (kondom), secara publik masih tidak sering / jarang. Di Jakarta, penggunaan alat pengaman (kondom) saat melakukan kegiatan seks komersial berubah sedikit pada tahun 1996-2002, sebelumnya pernah meningkat sedikit. Sekali lagi, ditemukan bahwa wanita...